News PBSI IKIPMu Maumere

Senin, 22 Agustus 2016

Unik, Mahasiswa IKIP Muhammadiyah Maumere Tampil Beda Pada Karnaval HUT RI Ke-71

Maumere (News_PBSI)-- Mahasiswa IKIP Muhammadiyah Maumere tampil unik dalam barisan parade karnaval HUT RI-71.(Jumad,19 Agustus 2016)

Berbeda dengan sejumlah peserta karnaval yang mengusung tema pakaian a­dat dan pahlawan, mahasiswa IKIP Muhammadiyah Maumere menyuguhkan aneka kostum unik nan cantik yang tak kalah apiknya de­ngan kostum-kostum berbahan kain lainnya. Ya, ji­ka diperhatikan lebih dekat, a­neka kostum unik yang dikena­kan para peserta ini, ternyata ber­bahan dasar koran bekas, m­ap, bahkan kertas dan kardus. Namun, di tangan-tangan kre­­atif mahasiswa IKIP Muhammadiyah Maumere ini ternyata mampu me­­nyulap barang bekas tersebut manjadi kostum yang luar bia­­sa unik dan cantik.

Sebut saja Kristin, adalah mahasiswa semester akhir program studi pendidikan Bahasa dan Sastra Inggris Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Muhammadiyah Maumere. Bersama rekan tim lainnya yang saat ini melaksanakan KKNP (Kuliah Kerja Nyata Pendidikan) di Kecamatan Alok, menggagas konsep barisan karnaval berbeda dari biasanya. Mengapa tidak? Barisan karnaval di kota Maumere selama ini hanya menampilkan busana adat, pahlawan dan profesi yang kesemuanya itu di dapatkan dengan cara menyewa di tempat yang menyediakan peminjaman. Sudah pasti banyak uang yang harus dikeluarkan hanya untuk sekedar dikenakan setengah hari dalam acara pertunjukkan karnaval. Alasannya sederhana, yaitu ingin menjunjukkan kepada masyarakat bahwa begitu banyak barang- barang bekas yang selama ini terbuang percuma dan tidak dimanfaatkan oleh masyarakat. Nah, dari inisiasi itulah mahasiswa IKIP Muhammadiyah Maumere mengkreasikan barang bekas tersebut menjadi barang yang bermanfaat dan bernilai jual.

Salah satu kreatifitas barang bekas yang dapat di lihat yaitu pada saat barisan karnaval IKIP Muhammadiyah Maumere melintasi sepanjang jalan kota maumere dalam perayaan HUT RI Ke-71. Tidak hanya itu, masih banyak kreatifitas barang bekas lainnya yang dihasilkan oleh mahasiswa IKIP Muhammadiyah Maumere. Hal ini juga merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat sebagai upaya menciptakan lingkungan bersih melalui pengolahan barang-barang bekas di lingkungan sekitar. (Sumber;http://newspbsiikipmuhmaumere.blogspot.co.id/)

Jumat, 17 Juni 2016

Mahasiswa PBSI Meriahkan Pelantikan BEM IKIP Muhmmadiyah Maumere Periode 2016

News PBSI, Tarian Gemu Fa Mi Re Mahasiswa PBSI, meriahkan acara pelantikan BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) IKIP Muhammadiyah Maumere periode 2016. (Jumad, 17 Juni 2016)

Bertempat di aula Lt.3 kampus biru IKIP Muhammadiyah Maumere, mahasiswa PBSI Persembahkan tarian kreatifitas Gemu Fa Mi Re  dalam acara Pelantikan BEM IKIP Muhammadiyah Maumere periode 2016. 

Sungguh seolah menjadi pemandangan indah dengan busana bernuansa budaya Sikka dan dipadukan dengan kreatifitas tarian Gemu Fa Mi Re, mahasiswa PBSI tampil menawan di hadapan para undangan. Suara teriakan, tepuk tangan dan semangat para undanganpun terdengar begitu meriah. Selendang yang di sematkan penari kepada Ketua dan Wakil ketua BEM IKIP Muhmmadiyah Maumere memberi isyarat untuk maju bersama dan bergoyang ria mengikuti irama lagu Gemu Fa Mi Re. Begitu meriah suasana yang dapat disaksikan saat persembahan tarian oleh mahasiswa PBSI IKIP Muhammadiyah  Maumere seusai pelantikan BEM terpilih. 




Rabu, 15 Juni 2016

Hari Terakhir UAS PBSI IKIPMuh Maumere

@News--PBSI, Mahasiswa PBSI IKIP Muhammadiyah Maumere jalani hari terakhir UAS Genap 2015/2016 dengan hikmad di Kampus biru IKIP Muhammadiyah  Maumere. (Kamis,16 Juni 2016)

Ujian Akhir Semester atau yang sering disebut "UAS" adalah moment bagi mahasiswa  dalam mengesplorasi ilmu pengetahuan dengan cara berpikir kritis dalam memecahkan masalah yang tersirat pada setiap butir soal ujian. Kesungguhan dalam berpikir menuntut keharusan adanya pencapaian maksimal. Semangat yang membara dan perjuangan yang tidak mudah memberi harapan penuh kepastian akan hasil yang memuaskan

Pelaksanaan UAS genap T.A 2015/2016 kali ini berbeda dari biasanya, UAS kali ini di selengarakan di tingkat Fakultas yaitu Fakultas Pendidikan Matematika dan IPA (F-MIPA) yang terdiri dari 4 program studi Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi serta Fakultas Pendidikan Ilmu Sosial dan Humaniora (F-PISHUM) yang juga terdiri dari 4 program studi PKn, Ekonomi, Bahasa dan Sastra Indonesia dan Bahasa Inggris. Peyelenggaraan UAS kali ini lebih mengedepankan efektifitas kinerja Fakultas dan prodi dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan  di Kampus IKIP Muhammadiyah Maumere.

Setelah berakhirnya UAS genap T.A 2015/2016, Mahasiswa IKIP Muhammadiyah Maumere khususnya semester 5 dan 7 akan melaksanakan kegiatan magang. Magang II atau diistilahkan dengan magang penyusunan perangkat pembelajaran bagi semester 5 dan pelaksanaan magang III atau peer teaching dimana mahasiswa terjun langsung ke sekolah-sekolah mitra kampus untuk melakukan praktik lapangan serta menjalankan KKN (Kuliah Kerja Nyata)berdasarkan lokus penempatan magang.

Besar harapan IKIP Muhammadiyah Maumere dalam menciptakan generasi Sikka berkemajuan yang siap membantu pemerintah meningkatkan taraf pendidikan yang bermartabat serta mampu bersaing secara global dengan daerah-daerah maju lainnya.(sumber; http://newspbsiikipmuhmaumere.blogspot.co.id/)





Selasa, 07 Juni 2016

IKIP Muhammadiyah Maumere Peduli Korban Kebakaran

Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Muhammadiyah Maumere menggelar aksi peduli terhadap korban kebakaran yang melanda Wuring Kelurahan Wolomarang Kec. Alok Timur. (Minggu,05 Juni 2016).

Aksi peduli korban kebakaran ini, merupakan bentuk pengabdian masyarakat oleh IKIP Muhammadiyah Maumere dari Catur Dharma Perguruan Tinggi. Mahasiswa bersama beberapa Dosen IKIP Muhammadiyah Maumere turut hadir ke lokasi kebakaran untuk bertemu langsung dengan korban kebakaran. 

Rasa haru bercampur sedih begitu jelas terlihat dari wajah-wajah korban yang berada di posko pengungsian sementara, yang didirikan oleh pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana Kab Sikka. Belum diketahui pula berapa kerugian yang dialami korban dari kebakaran dahsyat tersebut. Korban kebakaranpun hanya bisa berharap adanya uluran tangan dari berbagai pihak khususya pemerintah dalam menyikapi kejadian ini. (http://newspbsiikipmuhmaumere.blogspot.co.id/)