News PBSI IKIPMu Maumere

Jumat, 07 Juli 2017

OPINI; Pentingnya menanamkan budaya membaca di IKIPMu Maumere

"Pentingnya menanamkan budaya membaca di IKIPMu Maumere"
Oleh: Ayu Koban (ayukoban4@gmail.com)

Membaca merupakan sebuah keharusan bagi seluruh manusia guna memperoleh ilmu pengetahuan.Kegiata membaca merupakan kegiatan yang sangat penting bagi kehidupan manusia,karena dengan membaca dapat memperkaya dan memperluas wawasan kehidupan.Sehingga pembaca mampu untuk mendewasakan diri.Maka tidak heran jika seseorang ingin belajar sebuah ilmu dia harus bisa memahami isi dan maksud keilmuan tersebut melalui sumber-sumber buku,dan sebelum mempelajari  sebuah pemahaman dalam buku-buku tersebut,seseorang harus melalui proses yang sangat penting yaitu membaca.Dan jika seseorang  ingin terus menerus menambah keilmuannya,dia harus senantiasa selalu membaca,membaca dan membaca.
Kini di zaman reformasi ini, tentu bukan lagi perjuangan mengangkat senjata yang diperlukan. Setiap zaman memiliki tantangannya tersendiri, setiap zaman memiliki tokohnya masing-masing dengan kisah-kisah masing-masing yang mengintainya termaksud kita sebagai pelajar atau mahasiswa. Ketika kita  mendengar kata mahasiswa tentu ada banyak sekali pandangan positif. Mahasiswa adalah orang yang tahu segalanya, mahasiswa identik dengan buku dan hal-hal yang berbau pengetahuan dan keterampilan. Tetapi seiring dengan perkembangan zaman mentalitas membaca sangat merosot dikalangan mahasiswa.
Membaca buku atau literature adalah sumber referensi yang sangat penting bagi mahasiswa. Sayangnya, minat baca mahasiswa saat ini terlihat sangat minim. Perkembangan teknologi informasi membuat mahasiswa lebih sering mencari informasi dari internet dibanding buku. Rendahnya minat baca mahasiswa dapat dilihat dari jumlah kunjungan yang ada di setiap perpustaaan kampus. Perpustakaan biasanya terlihat ramai ketika Wifi di kampus sedang Connet dan digunakan oleh mahasiswa untuk mencari sumber atau referensi tugas mereka. Sebaliknya, pada hari-hari biasa yang banyak terlihat hanyalah mahasiswa yang sama yang sedang mengerjakan skripsi.
Membaca bagi mahasiswa saat ini seperti bukan kebutuhan yang utama lagi. Jangankan untuk membaca buku tentang teori pelajaran, membaca Koran kampuspun terkadang mereka malas. Yang banyak dikunjungi mahasiswa saat ini justru website google seperti facebook, twiter, Instagram, Whatsaap, Line, BBM dan aplikasi media massa lainnya.
Mengunjungi media massa memang tidak ada salahnya, namun membaca buku yang mengandung ilmu pengetahuan jauh lebih baik bagi mahasiswa. Mahasiswa membutuhkan bacaan yang mengandung ilmu pengetahuan agar intektualitas mereka lebih terasah. Dari membaca buku, mahasiswa juga bisa memperkaya kosa kata mereka serta mendatangkan inspirasi dan motivasi untuk menulis. Selain itu juga membaca juga dapat meningkatkan konsentrasi mahasiswa.
Rendanya minat baca dikalangan mahasiswa sekarang, disebabkan oleh banyak faktor. Faktor utama adalah pendidikan dasar dari dari orang tua atau keluarga masing-masing. Jika sejak dini orang tua telah menanamkan  budaya membaca pada anak-anak mereka, makaniscaya hingga dewasa budaya itu akan tetap ada.
Faktor kedua adalah pengaruh lingkungan. Perkembangan teknologi sperti internet memudahkan siapa saja mengakses informasi. Mahasiswa tidak perlu repot-repot membaca Koran atau buku untuk memperoleh informasi sekarang ini. Cukup bermodalkan  gadge canggih seperti smart phone, PC Tablet, dan Laptop serta koneksi internet, berbagai informasi dengan mudah mereka dapatkan.
Keberadaan internet membuat setiap hal terasa lebih praktis daripada repot membaca buku tebal, banyak mahasiswa semakin bergantung pada internet dan meninggalkan buku sebagai acuan mendapatkan informasi dan ilmu.
Tidak mudah memang membuat mahasiswa menjadi rajin membaca buku. Membaca merupakan kebiasaan yang terbentuk sejak dini. Agar tercipta generasi yang minat bacanya tinggi, maka para orang tua harus menanamkan budaya baca pada anak mereka sedari kecil. Ajari anak-anak membaca buku mulai dari bacaan ringan seperti cerpen, dongen dan buku cerita lainnya. Lama-kelamaan anak akan terbiasa membaca buku. Tingkat konsentrasi mereka pun akan semakin tinggi sehingga tidak akan merasa berat walaupun membaca buku yang tebal sekali.
Jika sudah terlanjur dewasa dan menjadi mahasiswa yang malas membaca buku, maka akan sulit merubah kebiasaan tersebut. Salah satu hal yang akan mendorong mahasiswa membaca biasanya karena tututan tugas kuliah atau memang karena karena dosen yang memaksa.
Minat baca mahasiswa terbentuk dari pribadi masing-masing. Hal yang penting untuk menumbuhkan minat baca mahasiswa adalah kesadaran. Mahasiswa harus sadar bahwa membaca buku adalah kebutuhan primer yang mutlak diperlukan agar mereka semakin berwawasan luas.
Oleh karena itu,sebagai seorang mahasiswa kita harus rajin membaca,karena jika kita membaca,kita akan mendapatkan ilmu dari setiap apa yang kita baca.Maka dari itu,kita harus bisa menghilangkan rasa malas yang timbul dari dalam diri kita sendiri.Kita juga harus memanfaatkan sarana dan prasarana yang telah tersedia di sekitar kita,seperti perpustakaan,majalah Kampus,buku pelajaran dan lain-lain.

Sebagai seorang mahasiswa IKIPMu ,sebaiknya menjadikan membaca sebagai suatu kebiasaan,karena membaca adalah satu cara agar wawasan kita bertambah.Jangan terlalu sering menggunakan waktu luang untuk melakukan hal yang sia-sia. 

Jumat, 05 Mei 2017

MAHASISWA PBSI, BUAT INOVASI MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

 @PBSI_Inovasi media pembelajaran perlu di lakukan oleh setiap guru. Penggunaan media pembelajaran yang sama, dapat membuat siswa jenuh dan bermalas-malasan mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas. Sebaliknya, jika guru mampu menghadirkan media pembelajaran yang inovativ dan menarik, siswa akan lebih aktif mengikuti kegiatan pelajaran di kelas. Oleh karena itu, sebagai seorang guru  perlu memiliki kreatifitas yang mempuni dalam memlih dan mengembangkan media pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Pemilihan media pembelajaran haruslah mampu mengarahkan siswa untuk mencapai kompetensi pembelajaran.
  Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia melalui mata kuliah "Pengembangan Media Pembelajaran BSI", mencoba melakukan inovasi pengembangan media pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia dengan memanfaatkan barang-barang sederhana yang di rancang sedemikian rupa sehingga mengasilkan media pembelajaran BSI yang terkesan menarik dan mudah digunakan guru dalam proses pengajaran di kelas. Pengembangan media pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia ini, diharapkan dapat diterapkan oleh mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di Sekolah melalui kegiatan Magang III (Real Teaching). 
Berikut contoh karya mahasiswa PBSI dalam berinovasi dan pengembangan media pembelajaran BSI 
  • Pohon Kata Bunga Tertutup (Karya Stefanus Fifianto, NPM; 20140203023)
Media pohon kata bunga tertutup ini merupakan media hasil pengembangan dari media serupa. Hal yang menjadi pembeda media pohon kata bunga tertutup ini dengan media pohon kata pada umumnya adalah tampilan bunga yang di desain dengan model bunga kembang tertutup menggunakan kertas origami berwarna dan didalamnya disembunyikan kata-kata kunci dalam kegiatan mendeskripsikan kehidupan sekitar.
Bahan; Bambu kuning, Kertas Origami (berwarna), Spidol/Bolpoint  dan Kertas Buffalo


  • Roda Putar Bersurat  (Karya : Nahdira, NPM: 20140203016)
Media Roda Putar Bersurat yang di buat oleh Nahdira, meupakan media pengembangan dari permainan Roulette, yaitu jenis permainan roda putar yang biasanya dapat dijumpai pada permainan Kasino.Hal yang berbeda dari media ini adalah roda putar dirancang tidak menggunakan angka-angka melainkan di desain dengan surat berwarna-wanri disekelilingnya, isi dalam surat tersebut merupakan kata-kata kunci kegiatan pembelajaran unsur intrinsik dan kestrinsik puisi.
Bahan: Kardus, Kertas Origami berwarna, Kertas Buffallo dan Spidol/ Bolpoint

  • Saku Kata (Karya: Selestina Seles, NPM: 20140203022)
Media Saku Kata karya selestina Seles, merupakan media pengembangan dari media kartu kata. Media ini di gunakan untuk pembelajaran menemukan unsur intrinsik dan ektrinsik cerpen.
Bahan: Kain ukuran 1/2 meter, Kertas Buffalo, Benang dll

  •   Bunga Berdaun Kata (Karya: Salfatrix Mone, NPM:20140203021)
Media pembelajaran Bunga berdaun kata, merupakan media pengembangan dari media pembelajaran sebelumnya yaitu bola-bola kertas. Media bunga berdaun kata ini, digunakan untuk kegiatan pembelajaran menulis berita dengan pendekatan 5 W + H yang di sisipkan pada setiap daun di setiap bunga tersebut.
Bahan : Kertas Buffalo (berwarna), Spidol/pewarna tulis, tangkai (terbuat dari kayu) dll

  •  Lapngan Kata-Kata (Karya: Nurmawati, NPM: 20150203028)
Media pembelajaran Lapangan Kata-kata yang dikembangkan oleh Nurmawati, merupakan media pengembangan. Terinspirasi dari permainan sepak bola, Nurma mencoba menggagas ide kreatif untuk mengembangkan media berbentuk miniatur lapangan sepak bola dengan menggunakan kata-kata sebagai keunikan media pembelajaran ini.
Bahan: Gabus ukuran 1/2 Meter, kardus, kartas manila dan bolpoint 
Sumber: http//:pbsiikipmuh.blogspot.com

Jumat, 28 April 2017

MAHASISWA BIOLOGI, UJI PENGARUH ENZIM KATALASE PADA HATI AYAM

@News_PBSI- Mahasiswa semester 4 program studi pendidikan Biologi, lakukan praktikum uji  pengaruh Enzim Katalase pada hati ayam (Kamis, 27/04/17).

Kegiatan praktikum uji pengaruh Enzim Katalase adalah bagian dari implementasi mata kuliah Biokimia. Tujuannya, agar mahasiswa memahami pengaruh Enzim Kataliase pada organisme hidup. Dalam melakukan praktiknya, mahasiswa Biologi menggunakan hati ayam sebagai sampel uji coba. 

Secara umum, Enzim katalase mempunyai peranan penting untuk menjaga sel tubuh dari kerusakan akibat senyawa-senyawa peroksida yang berbahaya. Enzim Katalase dapat ditemukan pada organ penting makhluk hidup seperti; hati, sel tulang,bagian ginjal dan memberan mukosa. Enzim katalase juga di produksi oleh sel untuk mengkatalis H202/hydrogen peroksida.  

Kekurangan Enzim katalase dalam tubuh dapat menimbulkan penyakit seperti fibrosis ginjal progresis, akatalasia dan vitiligo. Menurut hasil penelitian bidang kesehatan kekurangan enzim katalase juga diketahui dapat menyebabkan rambut beruban. Hal ini disebabkan karena peroksida yang ada dalam tubuh mampu menghambat pembentukan melanin pada rambut dan menyebabkan rambut lebih cepat berwarna putih.

Untuk menguji ada atau tidaknya pengaruh kerja Enzim Katalase pada sampel hati Ayam, mahasiswa mengamati 2 faktor dari beberapa faktor yang mempengaruhi kerja Enzim Katalise yaitu; faktor suhu dan pH

Menurut Maria Paulina Yunia, M.Pd (Dosen Biologi IKIPMu Maumere), keberhasilan pengamatan uji pengaruh Enzim Katalase pada hati ayam yang dilakukan oleh mahasiswa Biologi ini, dapat tercapai jika tetap konsisten mengikuti prosedur yang telah di berikan. Karena, Enzim yang di amati dapat rusak bila pemberian suhunya terlalu tinggi ataupun rendah. 

Hal ini disebabkan karena enzim memiliki sifat termolabil (tidak tahan panas). Konsentrasi enzim katalase juga dapat mempengaruhi kecepatan reaksi. Semakin besar konsentrasi enzim katalase, semakin cepat pula reaksi yang berlangsung. Dengan kata lain, konsentrasi enzim berbanding lurus dengan kecepatan reaksi.

Hasil yang di amati mahasiswa, berupa hasil reaksi dari Hidrogen Proksida dan Enzim Katalase yaitu H2O (adanya gelembung) dan Oksigen O2 (nyala pada bara api dari lidi yang dimasukkan di gelas ukur). Sumber: http://newspbsiikipmuhmaumere.blogspot.com/

Kamis, 20 April 2017

INFORMASI PENDAFTARAN MAHASISWA BARU T.A 2017/2018 KAMPUS BIRU IKIP MUHAMMADIYAH MAUMERE

Bagi siswa lulusan SMA/MA/SMK Se-derajad, kini telah di buka pendaftaran mahasiswa baru Tahun Akademik 2017/2018 Kampus Biru IKIP Muhammadiyah Maumere.  

Berikut Informasi lengkap terkait penerimaan mahasiswa baru Tahun Akademik 2017/2018, Kampus Biru IKIP Muhammadiyah Maumere.

JADWAL PENDAFTARAN
Gelombang I  9 Januari - 1 April 2017
Gelombang II  3 April - 1 Juli 2017
Gelombang III 3 Juli - 9 September 2017
TEMPAT, WAKTU & BIAYA PENDAFTARAN
  • Kampus IKIP Muhammadiyah Maumere, Jl. Jenderal Sudirman, Waioti, Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT) 
  • Waktu mendaftar PKL. 08.00- 16.00 WITA
  • Biaya pendaftaran Rp. 150.000,00

PELAKSANAAN UJIAN
Pelaksanaan ujian bagi mahasiswa baru T.A 2017/2018 IKIP Muhammadiyah Maumere dengan menerapkan konsep pelayanan "ONE DAY SERVICE ". 
PROSEDUR PENDAFTARAN DAN PELAKSANAAN UJIAN
INFORMASI UMUM
Informasi umum lainnya berkaitan dengan penerimaan mahasiswa baru IKIP Muhammadiyah Maumere, dapat anda akses melalui laman resmi facebook IKIP Muhammadiyah Maumere https://www.facebook.com/groups/ikipmu.mof/  atau dapat menghubungi langsung melalui Contac Person berikut : Murdjoli Rodja (Hp.081398088042) - Aira Hasan (Hp.085200872087)
Sumber; http//:pbsiikipmu.blogspot.com

Rabu, 14 Desember 2016

BANTU KORBAN BENCANA ACEH, IMM dan BEM IKIPMu MAUMERE TURUN JALAN


@News_PBSI- Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IKIP Muhammadiyah Maumere gelar aksi turun jalan membantu korban bencana alam Aceh. (12/12/2016)

 Satu pekan sudah berlalu, namun semangat mahasiswa yang tergabung dalam organisasi IMM dan BEM IKIP Muhammadiyah Maumere terus membara. Semangat mereka bukanlah berorasi untuk menuntut penegakkan keadilan, tetapi semangat membantu korban bencana alam yang menimpa Aceh.

 Gerakkan aksi penggalangan dana untuk Aceh, dilakukan mahasiswa dengan berjalan kaki menelusuri tempat-tempat umum yang ada di kota Maumere. Terik panas matahari yang menyengat tidak membuat surut perjuangan mereka dalam menggalang dana. Semua yang dilakukan atas dasar kepedulian dan keprihatinan terhadap korban bencana alam yang mealanda Aceh.

 Aksi turun jalan yang dilakukan IMM dan BEM IKIPMu Maumere juga mendapat respon positif oleh masyarakat Kab. Sikka. Masyarakat dari kalangan bawah hingga pejabat pemerintahanpun sangat mendukung adanya gerakan positif yang dilakukan Mahasiswa IKIP Muhammadiyah Maumere. Gerakan positif yang telah dilakukan mahasiswa bermanfaat sebagai bahan pembelajaran bagi masyarakat Maumere khususnya anak-anak muda tentang pentingnya membudayakan sikap gotong-royong. Pernyataan ini dituturkan oleh Nurdin yang berprofesi sebagai nelayan di kampung Bajo, Wuring Kel. Wolomarang.

 Menurut Adi Jufriansah (Koordinator Aksi), dana yang telah terkumpul hingga saat ini bisa mencapai Rp.10.000.000,00. Gerakan aksi  pengalangan dana peduli korban Aceh, akan terus dilakukan hingga tanggal 17 Desember 2016. Hasil pengumpulan dana yang terkumpul nantinya akan di transfer melalui Rekening resmi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Indonesia dan kemudian disalurkan kepada korban bencana alam di Aceh.
(Sumber;AY_@News_PBSI_IKIPMu Maumere)

Sabtu, 10 Desember 2016

@News_PBSI; Peduli Aceh, IMM dan BEM IKIP Muhammadiyah Maumere kerjasama Dirikan "Posko Peduli Korban Gempa Aceh"

@News_PBSI- Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Badan Eksekutif Muhammadiyah (BEM) IKIP Muhammadiyah Maumere mendirikan Posko bantuan di halaman Kampus Biru sebagai bentuk rasa peduli terhadap korban bencana gempa yang melanda Aceh.(Sabtu,10 Desember 2016) 

Melalui gerakan Rp.5.000,00, IMM dan BEM IKIP Muhammadiyah Maumere menggalang dana untuk membantu korban bencana gempa di Aceh.

Aksi penggalangan dana bantuan peduli korban bencana Aceh yang dilakukan IMM dan BEM IKIP Muhammadiyah Maumere ini, rencannya tidak hanya dilakukan di lingkungan kampus, melainkan juga di tempat umum seperti; per-tokoan, pasar dan pusat perbelanjaan lainnya yang ada di Kota Maumere. Selain itu juga, IMM dan BEM IKIPMu Maumere berencana akan mendatangi Instansi-instansi baik Negeri maupun swasta untuk meminta dukungan sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana Aceh.

Hasil penggalangan dana yang terkumpul, nantinya akan di sumbangkan melalui rekening resmi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Indonesia dan selanjutnya, dana tersebut kemudian disalurkan kepada korban bencana Aceh yang membutuhkan.(Sumber; Ahmad Yani-@News_PBSI_IKIP Muhammadiyah Maumere)

Kamis, 08 Desember 2016

@News_PBSI; Mahasiswa Prodi KIMIA IKIP Muhammadiyah Maumere -Eksperimen Membuat "MOLTO" Ramah Lingkungan

@News_PBSI-- Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia semester 5, kreatif dalam ber-ekperimen membuat "MOLTO" yakni sejenis pengharum pakaian yang ramah lingkungan.(Selasa,06/12/2016)

Berinovasi merupakan keharusan yang perlu dilakukan dalam mengahadapi perkembangan dan kemajuan teknologi seperti sekarang ini. Seperti halnya yang dilakukan mahasiswa Program Studi Pendidkan Kimia. Bersama Dosen pembimbing (Sunarwin), mahasiswa prodi Kimia di ajak melakukan eksperimen di ruang Labolatorium IPA IKIP Muhammadiyah Maumere dalam membuat "MOLTO'. Jenis pengharum pakaian ini umumnya digunakan pada saat bilasan terakhir mencuci pakaian.

Kreatifitas mahasiswa Prodi Kimia ini, juga mendapat apresiasi dari lembaga Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Muhammadiyah Maumere, sebab kegiatan tersebut adalah bagian dari terselengaranya Catur Dharma Perguruan Tinggi yaitu "Penelitian" di Kampus Biru IKIP Muhammadiyah Maumere.

Eksperimen sederhana yang dilakukan mahasiswa ini terbilang sederhana. Hanya dengan menggunakan beberapa bahan/sampel serta timbangan untuk megukur kesesuaian jumlah takaran yang di butuhkan dalam membuat pengaharumpakaian.

Bahan-bahan Pembuat "MOLTO";
  1. Supersoft (Sebagai bahan pelembut)
  2. Fixatif (Pengikat Pakaian)
  3. Parfum Apel (dapat menggunakan jenis parfum sesuai selera)
  4. Pewarna (Gunakan Pewarna pakaian)
  5. Air Hangat (Berfungsi sebgai pereaksi supersoft)
Langkah-langkah Pembuatan "MOLTO";
  1. Masukkan Supersoft ke dalam wadah berbahan plastik atau kaca. (hindari menggunakan wadah yang terbuat dari besi, nikel karena dapat bereaksi)
  2. Masukka air hangat sedikit demi sedikit kedalam wadah yang sudah terisi supersoft sambil di aduk rata.
  3. Masukkan Fixatif, parfum dan pewarna secara berturut-turut hingga tercampur sempurna. (bahan-bahan dimaksud sebelumnya sudah melalui proses timbangan)
  4. Setelah bahan-bahan sudah tercampur merata, kemudian didiamkan untuk proses selanjutnya
  5. Masukkan bahan jadi tersebut ke dalam kemasan sesuai selera.
Produk dari hasil Eksperimen "MOLTO" yang telah dilakukan mahasiswa prodi Kimia ini, rencananya akan di produksi dalam skala sedang dan besar. Hanya saja, masih mengalami keterbatasan alat pendukung. Karena jika ingin memproduksi "MOLTO" dari hasil kreativitas mahasiswa prodi Kimia dalam jumlah besar membutuhkan  alat seperti "MIXER LOW" dan juga alat pengemasan produk.

Menurut Dosen pendamping praktikum (Sunarwin) mahasiswa Prodi Kimia akan melakukan eksperimen lanjutan seperti; pembuatan sabun cuci (Cream Deterjen), Sampo Motor/Mobil menggunakan karboksilat CS, Uji Kandungan formalin sederhana menggunakan "Kunyit" dll.

Besar harapan adanya perhatian serta dukungan, baik dari lembaga IKIP Muhammadiyah Maumere maupun Pemerintah Daerah Kab. Sikka dalam menyikapi kegiatan ilmiah seperti yang dilakukan mahasiswa prodi Kimia menghasilkan eksperimen pengaharum pakaian yang ramah lingkungan.(Sumber;Ahmad Yani_@News_Pbsiikipmu.blogspot.com)